Pertemuan Ketiga
Dalam suatu penyelengaraan pertandingan disamping faktor administrasi dan organisasi,
untuk menjamin pelaksanaan jalannya pertandingan atau perlombaan diperlukan adanya suatu
tata cara yang dapat mengatur pertandingan atau perlombaan. Untuk menentukan sistem
pertandingan kita harus memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut: waktu pertandingan,
biaya pertandingan, jumlah peserta dan penyediaan sarana dan prasarana.
Pada kegiatan pertandingan atau perlombaan olahraga, dikenal sistem-sistem
pertandingan yaitu yang dapat memperlancar jalannya suatu pertandingan atau perlombaan
sehingga mendapakan pemenangnya. Adapun sistem pertandingan yang sudah sering kita kenal
adalah: sistem gugur, sistem kompetisi, sistem kombinasi.
1. Sistem Gugur
Adalah suatu sistem yang mengatur pelaksanaan pertandingan dimana peserta yang kalah
tidak berhak mengikuti pertandingan selanjutnya. Pertandingan akan berakhir apabila pemenang
pemenang tidak mempunyai lawan lagi. Pemenang terakhir adalah juara I dan yang kalah
adalah juara II.
Keuntungan system gugur adalah:
- Dapat dikuti dengan peserta banyak
- Menghemat waktu, biaya, dan petugas
Kerugian dari sistem gugur adalah:
- Peserta merasa kurang puas, karena sekali kalah langsung tidak dapat main kembali
- Pertandingan atau perlombaan biasanya dianggap kurang berkualitas, karena pemenang tidak bertanding dengan semua peserta lainnya.
Sistem gugur dapat dibagi menjadi:
1. Sistem Gugur Tunggal (single elimination)
a. sistem gugur tunggal murni
b. sistem gugur dengan bye
c. sistem gugur dengan seded (unggulan )
d. sistem gugur dengan sisipan
2. Sistem Gugur Rangkap (double elimination)
3. Sistem Consulation
a. Sistem Gugur Tunggal Murni
Ketentuan sistem gugur tunggal murni adalah:
- Setiap peserta atau regu yang kalah tidak boleh main lagi
- Bagan pertandingan dengan bangun akar dari dua (badd) 4, 8, 16, dst
- Jumlah pertandingan adalah (n-1) untuk sampai juara I dan II
- Jumlah pertandingan sampai juara I, II, III, dan IV adalan n (sejumlah peserta)
- Untuk penempatan peserta adalah dengan diundi
b).Sistem Gugur Dengan Bye,
Dipergunakan apabila jumlah peserta atau regu kurang dari bangun akar dari dua (badd),
sehingga bagannya dibuat menjadi bangun akar dari dua dahulu. Contohnya 6 regu
menjadi 8 regu, 12 regu menjadi 16 regu, dst.
Untuk menempatkan bye pada bagan pertandingan adalah ditempatkan oleh panitia.
Apabila bye ada dua, maka ditempatkan di atas dan dibawah pada bagan. Sedangkan apabila bye
lebih dari dua, maka penempaan bye adalah di atas, di bawah, ditengah bawah, ditengah atas dst.
Setelah itu regu-regu yang lainnya diundi seperti biasa.
c). Sistem gugur dengan seeded (unggulan)
Sistem seeded dipakai untuk menghindari peserta atau regu yng kuat bertemu di babak
pertama, sehinga pertandingan dibabak final tidak menarik lagi. Sistem seeded mengacu
pada kejuaraan tahun sebelumnya yang menjadi juara. Tentu saja sebelumnya sistem seeded
ini harus diberitahukan dahulu pada peserta yang lainnya. Setelah itu regu atau peserta
lainnya diundi seperti pada sistem gugur murni Penempatan regu-regu seeded sama saja
dengan penempatan sistem bye.
2. Sistem Kompetisi
Sistem pertandingan olahraga yang kedua yang kita kenal adalah sistem kompetisi yang
dapat dibagi menjadi :
- sistem setengah kompetisi
- sistem kompetisi penuh
Sistem setengah kompetisi adalah peserta bertanding dengan lawan yang sama hanya satu
kali kecuali jika peserta tersebut bertemu kembali dibabak selanjutnya, sedangkan sistem
kompetisi penuh adalah peserta bertanding dengan lawan yang sama sebanyak dua kali yaitu
dikandang dan tandang (home and away).
Keuntungan dari sistem kompetisi yaitu :
1. setiap peserta mempunyai kesempatan akan saling berhadapan dengan peserta yang
lainya
2. peserta yang kualitasnya baik atau kemampuannya kuat akan benar-benar teruji untuk
memungkinkan menjadi juara
3. sistem pertandingan ini dapat digunakan sebagai ajang atau patokan untuk mengukur
kemampuan pemain secara baik
Kelemahan-kelemahan dari sistem pertandingan kompetisi
1. waktu pertandingan untuk pelaksanaan dibutuhka relative panjang
2. memerlukan peralatan, biaya, lapangan, dan tenaga serta sarana prasarana lainya yang
dibutuhkan harus banyak
3. peserta yang lemah yang semula diramalkan tidak akan juara mempunyai kesempatan
untuk menjadi juara dan tentunya hal ini akan menjadi beban panitia
4. bagi peserta yang telah aman kedudukan dalam klasemennya dan jumlah nilainya bisa
terjadi kasus main sabun/ suap atau tidak bersunguh-sungguh
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam sistem kompetisi
1. jumlah peserta tidak boleh terlalu banyak
2. apabila kualitas peserta dianggap berimbang atau rata
3. apabila juara yang diperebutkan bersifat daerah atau nasional
4. apabila ingin mengetahui rengking secara keseluruhan
5. kondisi alam, biaya, lapangan, petugas pelaksana mencukupi
Rumus-rumus yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pertandingan dengan
menggunakan sistem kompetisi.
1.) jumlah pertandingan setiap peserta atau regu adalah: n – 1
2.) jumlah ronde yang akan diadakan adalah: n - 1
3.) jumlah pertandingan pada tiap ronde : ½ x n ( n – 1 )
4.) untuk mengetahui jumlah pertandingan secara keseluruhan :
rumusnya = ½ x n ( n – 1 )
Untuk menetukan juara dalam pertandingan olahraga dalam sistem kompetisi dapat
dikategorikan berdasarkan cabang olahraganya yaitu :
- cabang olahraga yang ditentukan dengan kalah – menang
- cabang olahraga yang ada set kemenangannya dan yang ada set kekalahannya
- cabang olahraga yang ada hasilnya draw
- Sedangkan untuk menentukan urutan juara dapat dilihat dari:
- nilai terbanyak
- elisih gol antara memasukan dan kemasukan
- gol terbanyak
- adu finalty, diundi, dan play off
- Dalam pelaksanaannya panitia penyelenggara setelah mendata seluruh peserta, maka langk selanjutnya adalah:
- membuat jadwal pertandingan untuk diketahui oleh seluruh peserta
- mencatat hasil-hasil pertandingan dan diketahui oleh seluruh peserta
- menyusun seluruh hasil pertandingan untuk menentukan juara
Membuat Jadual Pertandingan
Dalam menyusun jadwal pertandingan untuk sistem ½ kompetisi ini dapat dilakukan dengan
dua cara yaitu: cara satu (1) menetap dan cara dua (2) berkelana
Contoh menyusun jadwal pertandingan dengan mempergunakan cara satu (1) menetap untuk
cabang olahraga yang ditentukan kalah – menang, seperti: bola basket, hoki, dll
Diketahui peserta Kejuaraan bola basket antar Fakultas se-UPI sebagai berikut:
1.FPOK, 2.FPTK, 3.FPBS, 4.FPMIPA, 5.FIP, 6.FPIPS
Jumlah pertandingan dengan enam (6) regu maka dapat diketahui:
- jumlah pertandingan setiap regu adalah N-1 = 6 – 1 = 5
- jumlah seluruhn pertandingan adalah ½ n x (n-1) = ½ 6 (5) = 3 x 5 = 15
Untuk menentukan jadwal pertandingan, terlebih dahulu panitia mengundi peserta untuk
dapat menempati posisi no 1 sampai dengan no 6, selanjutnya baru dibuat jadwal pertandingan
dengan cara satu ( 1 ) menetap adalah sebagai berikut:
1 – 2 1 – 4 1 – 6 1 – 5 1 – 3
3 – 4 2 – 6 4 – 5 6 – 3 5 – 2
5 – 6 3 – 5 2 – 3 4 – 2 6 – 4
Contoh jadwal ½ kompetisi dengan
satu (1) menetap untuk peserta ganjil ( 5 )
1 – 2 1 – 4 1 – X 1 – 5 1 – 3
3 – 4 2 – X 4 – 5 X – 3 5 – 2
5 – X 3 – 5 2 – 3 4 – 2 X – 4
Kuncinya untuk satu (1) berkelana adalah no 1 selalu berada pada sisi sebelah kiri atas dan
angka-angka diputar berlawanan dengan arah jarum jam.
Selanjutnya menentukan jadwal dengan system ½ kompetisi dengan cara 2 berkelana adalah
sebagai berikut ( dengan jumlah peserta 6 regu )
Contoh ½ kompetisi dengan 2 berkelana
1 – 2 1 – 4 4 – 2 4 – 6 6 – 2
3 – 4 3 – 6 1 – 6 1 – 5 4 – 5
5 - 6 2 – 5 3 – 5 2 – 3 1 – 3
Kuncinya adalah angka dua (2) pertama berada pada sudut kanan atas, kedua berada pada
sudut kiri bawah (diagonal), ketiga berada pada sudut kanan atas, keempat berada pada sudut
kiri bawah, kelima berada pada sudut kanan atas dan angka-angka diputar berlawanan
dengan arah jarum jam.